Deskripsi
Buku perjalanan Alumni ITB setelah mencapai umur 50 tahun
Setelah 35 tahun memasuki Kampus ITB, sebagian besar dari Alumni ITB Angkatan 1977 (disingkat ITB77) akan memasuki tahap akhir dari karier utama mereka. Perjalanan kehidupan ITB77 dalam mengembangkan diri dan meniti karier masing-masing, telah diulas dan dilestarikan dalam sebuah
buku yang berjudul “Kisah-Kisah Sebuah Angkatan”. Niat utama dari para penulis dalam buku tersebut, adalah untuk berbagi pengalaman kepada adik-adik atau anak-anak kita semua. Sehingga pengalaman yang baik dapat ditiru dan pengalaman yang buruk dapat untuk dihindari.
Dengan semangat itulah, kali ini ITB77 ingin kembali berbagi pengalaman tentang kiat-kiatnya dalam memasuki usia diatas 50 tahun. Tulisan-tulisan kali ini sangat beragam, tetapi umumnya tentang bagaimana menghadapi usia senja, seperti mendapatkan pendapatan secara pasif (passive income), pengalaman mendidik anak, upaya menjaga kesehatan, khususnya penyakit jantung dan juga tentang persiapan-persiapan yang telah dilakukan untuk memasuki usia diatas 50 tahun. Namun selain kegiatan yang sifatnya pribadi, ITB77 juga terus
berupaya memberikan manfaat bagi kemaslahatan masyarakat dan lingkungannya. Dalam buku ini ditayangkan juga berbagai foto kegiatan bersama yang mengilustrasikan tentang hal ini.
Buku ini terasa perlu untuk ditulis, karena pada akhirnya setiap angkatan di ITB akan memasuki usia senja. Mudah-mudahan tulisan-tulisan dalam buku ini dapat bermanfaat bagi adik-adik angkatan yang lebih muda dan juga oleh anak-anak kita sendiri, khususnya dalam mempersiapkan diri untuk memasuki usia senja mereka.
Pada bagian akhir dari buku ini, kami menuliskan daftar nama yang semakin panjang, yaitu daftar nama rekan-rekan ITB77 yang telah mendahului kita. Bagian akhir ini sengaja ditulis untuk mengingatkan seluruh alumni ITB
angkatan 1977 bahwa separuh dari kaki kita, sudah berdiri diatas liang kubur. Mudah-mudahan tulisan pada bagian akhir buku ini dapat mengajak rekan-rekan ITB77 untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amien.
Atas nama editor buku, saya mengucapkan terima kasih atas tulisan-tulisan yang telah disumbangkan oleh rekan-rekan penulis sehingga dapat melengkapi buku kenangan ini. Juga terima kasih atas sumbangan jepretan foto
yang semakin menambah semarak buku ini.
Jakarta 8 September 2012
Triharyo Soesilo (Hengki)
