Deskripsi
Sebuah Angkatan melakukan Riset Korporasi yang Tangguh di Indonesia
Buku-buku “In Search of Excellence: Lessons from America's Best-Run Companies”, yang ditulis oleh Tom Peters dan Robert H Waterman Jr, secara khusus hanya membahas tentang perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat. Demikian juga buku serial “Good to Great” dan “Built to Last”, yang ditulis oleh James Collins, lebih banyak membahas pelajaran yang telah dipelajari (“lessons-learned”) dari perusahaan-perusahaan sukses di Amerika Serikat.
Terkadang masyarakat Indonesia terlalu terpukau dengan kinerja dan kemampuan perusahaan pada negara lain, sehingga tidak sempat mengamati bahwa di Indonesia-pun sebenarnya juga banyak perusahaan yang relatif baik dan
juga dapat dijadikan contoh (role model). Penyebab lainnya adalah, sangat kurangnya penelitian, yang mempelajari tentang kinerja perusahaan Indonesia, dalam rentang waktu yang relatif cukup panjang. Salah satu permasalahannya, adalah bagaimana menseleksi perusahaan yang dapat dikategorikan sebagai Perusahaan yang baik.
Perekonomian dunia secara unik memberikan ujian kepada Perusahaan Indonesia, berupa 2(dua) krisis yang berbeda dan datang relatif secara beruntun, dalam selang waktu sekitar 6(enam) tahun. Kedua Krisis tersebut adalah Krisis Likuiditas yang lebih dikenal dengan nama Krisis Lehman Shock di tahun 2008. Lalu diikuti
dengan Krisis anjloknya Harga Komoditas pada tahun 2014.
Dengan menggunakan data Kinerja Perusahaan yang tersedia di publik, khususnya bagi Perusahaan Terbuka (Tbk) Indonesia, maka dapat dipelajari dan diteliti, Perusahaan Indonesia mana yang ternyata relatif baik dan tahan terhadap gempuran Krisis Perekonomian Dunia. Perusahaan-perusahaan tersebut dapat disebut, sebagai Korporasi Tangguh Indonesia. Kriteria untuk menseleksinya tentu hanya bisa berbasis pada Kinerja Keuangan masing-masing perusahaan, yang terbuka dan tersedia secara transparan kepada publik.
Lalu andaikan telah ditemukan Korporasi Tangguh Indonesia, yang lebih penting dari itu, adalah apa dan bagaimana kiat-kiat mereka,sehingga perusahaan mereka menjadi relatif tangguh. Karena bila bisa ditangkap pengalamannya (lessons-learned) dan kemudian dibagikan pengalaman tersebut, maka mudah-mudahan akan banyak lagi Perusahaan Indonesia yang akan menjadi lebih tangguh, khususnya dalam menghadapi krisis dikemudian hari.
Upaya riset Korporasi Tangguh Indonesia, kemudian dibagi dalam 2(dua) tahapan. Tahap pertama adalah menseleksi perusahaan Indonesia, khususnya perusahaan publik (Terbuka), dengan mempelajari kinerja keuangan mereka. Adakah diantara 600 perusahaan publik Indonesia, yang dihadang krisis perekonomian dunia, justru kinerjanya bukannya malah memburuk, tetapi justru melejit membaik. Kinerja melejit membaik tersebut, tidak hanya disaat menghadapi Krisis di tahun 2008, tetapi juga disaat menghadapi Krisis di tahun 2014. Lalu setelah dilakukan seleksi para Korporasi yang Tangguh tersebut (bila ada), tahapan riset kedua adalah mencari benang-merah, apa saja kiat-kiat mereka, sehingga mereka bisa berkinerja secara luar biasa tersebut.
Triharyo Soesilo (Hengki)
